DuniaBola303--Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, memberikan pembelaan usai gagal membawa tim asuhannya meraih gelar juara Liga Italia musim ini.
Juventus baru saja menelan kekalahan saat bertandang ke Stadion Friuli, kandang Udinese.
Juventus harus rela dipecundangi Udinese, yang sedang berusaha keluar dari zona degradasi, dengan skor 1-2.
Bianconeri sebenarnya berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Matthijs de Ligt pada menit ke-42.JUDI BOLA
Namun, Udinese berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-52 lewat gol Ilija Nestorovski.
Kehancuran Juventus semakin lengkap usai Seko Fofana mencetak gol kemenangan dramatis Udinese pada menit ke-90+1.
Hasil tersebut membuat Juventus gagal meraih Scudetto usai laga melawan Udinese.
Padahal, tim asuhan Maurizio Sarri tersebut bisa saja memastikan diri sebagai juara Liga Italia jika berhasil meraih kemenangan.
Juventus bisa mengoleksi 83 poin andai meraih kemenangan melawan Udinese dini hari tadi.
Dengan demikian, jumlah poin mereka tidak akan terkejar oleh Atalanta yang saat ini berada di posisi kedua.
Bahkan, sekalipun poin akhir kedua tim sama-sama 83 poin, Juventus unggul head-to-head atas La Dea, julukan Atalanta.
Namun, Bianconeri gagal memanfaatkan peluang dan keunggulan tersebut untuk meraih juara.
Usai kalah dari Udinese dan gagal meraih juara Liga Italia pekan ini, Sarri mendapatkan banyak kecaman dari para penggemar.
Bahkan, tagar #SarriOut menjadi trending topic di Twitter.
Mengalami berbagai kecaman dan kegagalan membawa Juventus meraih kemenangan, Sarri memberikan pembelaan.
Menurut pelatih asal Italia itu, skuad Juventus saat ini sedang mengalami kelelahan fisik dan mental.
Menurut Sarri, kondisi seperti ini sangat umum dialami oleh banyak orang.
Sarri juga menyebut bahwa sulit bagi anak-anak asuhnya untuk terus mempertahankan fokus dan agresivitas mereka sepanjang pertandingan.
"Pada periode ini, kami lelah secara fisik dan mental, dan itu adalah masalah yang umum bagi semua orang," kata Sarri seperti dilansir BolaSport.com dari Sportskeeda.
"Untuk alasan ini, menjadi agresif adalah sesuatu yang lebih melelahkan dan, oleh karena itu, sekarang yang paling penting adalah ketertiban, karena kelembaman sebuah permainan berubah dengan sangat mudah."
"Sulit untuk mempertahankannya sepanjang pertandingan dan kadang-kadang, seperti hari ini, kami kehilangan itu," ujar Sarri melanjutkan.
Mantan pelatih Chelsea dan Napoli itu tak ingin terus meratapi kekalahan Juventus dari Udinese.
Sarri mengaku sudah mulai fokus dengan pertandingan melawan Sampdoria yang akan menentukan gelar juara mereka musim ini.
"Saat ini saya tidak memikirkan Liga Champions, dalam pikiran saya hanya ada pertandingan Sampdoria di hari Minggu," tutur Sarri.
"Kami harus waspada dan kemudian kami akan berpikir tentang piala," ucap Sarri menambahkan.
Juventus akan menjamu Sampdoria di Stadion Allianz pada laga pekan ke-36 Liga Italia 2019-2020, Minggu (26/7/2020) waktu setempat atau Senin (27/7/2020) 02.45 dini hari WIB.
Laga tersebut harus dimenangkan oleh Sampdoria jika ingin benar-benar memastikan gelar juara Liga Italia musim ini.


No comments:
Post a Comment